Selasa, 13 Juli 2010

Mutiara Hikmah


1. Jiwa yang agung.

a. Jika engkau dizalimi, maafkan orang yang menzalimimu.
b. Jika mereka mengkhianatimu, sambunglah tali persaudaraan.
c. Jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah.
d. Jika engkau dipuji, janganlah gembira.
e. Jika engkau dicela, biarkanlah dan jagalah dirimu.

2. Akibat baik dan buruk.

Orang yang tamak kepada dunia, akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi malapetaka baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan Orang yang berusaha untuk urusan akhirat. Akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian ia hidup bahagia karenanya.

3. Jihad yang terbaik.

Keutamaan Jihad adalah memerangi dan menantang hawa nafsu.

4. Ambilah nasehat yang baik.

Ambillah nasehat yang baik dari orang lain yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya.

5. Indahnya kesabaran.

Tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu yaitu sabar menghadapi musibah serta sabar menghadapi segala hal.


6. Disebut orang alim.

Seorang hamba dapat dikatakan alim jika ia tidak iri dengki kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya.

7. Perilaku.

Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika seseorang mempunyai niat baik maka akan mendapatkan kebaikan dan jika seseorang menyambungkan tali silahturahmi dan berbuat baik kepada keluarganya maka akan bertambah umurnya, memperbanyak harta, menghindarkan bala, mempermudah hisab di hari kiamat.

8. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

Pahala orang yang mengajarkan ilmu adalah seperti pahala orang yang belajar darinya dan ia masih memiliki kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada orang lain.

9. Yang disukai Allah swt.

Sesuatu yang paling utama di sisi Allah swt adalah engkau meminta segalanya yang dimiliki-Nya.

10. Mata yang indah.

Mata yang bangun di malam hari pada jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat- hal-hal yang diharamkan oleh Allah swt.

11. Jangan berwajah dua.

Hamba Allah yang paling celaka adalah hamba yang berwajah dan bermulut dua yaitu ketika ia memuji saudaranya dihadapannya kemudian ia meng-ghibahkan di belakangnya, ketika saudaranya itu dianugerahi nikmat kemudian ia iri dengki dan ketika saudaranya tertimpa musibah kemudian ia mencelanya dan menghinanya.

Senin, 12 Juli 2010

Penghuni Neraka Paling Banyak


Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda, "Surga diperlihatkan kepadaku, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Ketika neraka diperlihatkan kepadaku, aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang kaya dan kaum wanita." (HR Ahmad)

Dalam sebuah hadits shahih diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Wahai kaum wanita, perbanyaklah bersedekah dan istighfar karena aku melihat kalian (kaum wanita) adalah penghuni neraka paling banyak."
Salah seorang di antara mereka berkata, "Apa kesalahan kami , wahai Rasulullah,  hingga menyebabkan kami menjadi penghuni terbanyak dalam neraka ?" Beliau menjawab, "Mereka adalah seorang yang menuduh orang lain (suami) berbuat zina dan tidak memperlakukan suaminya dengan baik. Sungguh, aku tidak melihat kekurangan akal pikiran dan agama yang melebihi kaum wanita." Wanita itu bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kurangnya akal pikiran dan agama ?" Beliau menjawab, "Kurangnya akal pikiran wanita, diantaranya karena kesaksian dua orang wanita setara dengan kesaksian satu orang laki-laki. Inilah yang dimaksudkan dengan kurangnya akal pikiran mereka. Sedangkan kurangnya pemahaman agama mereka disebabkan wanita ketika haid tidak mengerjakan shalat dan tidak berpuasa."

Diriwayatkan oleh Muslim dari Muthraf bin Abdullah, bahwa ia mempunyai dua orang istri. Pada suatu hari, ia mengunjungi salah satu di antara istrinya. Istri yang kedua berkata, "Apakah engkau telah mengunjungi fulanah ?" Ia menjawab, "aku baru saja datang dari kediaman Imran bin Hushain." Rasulullah saw memberitahukan kepada kami, belau bersabda, "Sesungguhnya, penghuni paling sedikit di surga nanti adalah kaum wanita."

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad Ahmad, sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ammarah bin Khuzaimah bin Tsabit, ia berkata, "Sewaktu kami menunaikan haji atau umrah bersama Amru bin Ash, kami melewati daerah Zhahran dan mendapati seorang wanita yang sedang berada di dalam tenda tengah memperlihatkan sebuah cincin yang dipakainya, lalu kami berpaling darinya. Dan pada waktu kami bersama Rasulullah saw di sebuah lembah, kami menemukan beberapa ekor burung gagak. Salah satu di antara burung-burung tersebut mempunyai paruh berwarna merah serta kaki berwarna putih, kemudian beliau bersabda, "Seorang wanita tidak akan dapat masuk surga kecuali ia seperti burung gagak di tengah-tengah burung lain yang berada di sebuah lembah."

Firman Allah swt :
"Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia akan mendapatkan hidangan air yang mendidih dan dibakar di dalam neraka." (QS. Al Waaqi'ah : 92-94)

Senin, 05 Juli 2010

Jangan Berputus Asa pada Rezeki Allah


Kisah Rasulullah saw, mengenai seekor ulat yang hidup di dasar laut atas rezeki Allah swt.

Ketika itu, Rasulullah sedang mengadakan acara walimatul 'ursy dengan seorang wanita sebagai istrinya. Saat para sahabat yang diundang menyaksikan makanan yang dijamukan Rasulullah, mereka membincangkan darimana Rasulullah akan menghidupi istri-istrinya. Maklum jamuan walimahnya saja begitu sederhana. Usai sholat berjamaah, Rasulullah lalu bercerita tentang masalah rezeki kepada para sahabatnya yang diundang itu. Ini kisah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril. Boleh aku bercerita ? tanya Nabi. Para sahabat pun langsung mengiyakan dengan penuh antusias. Lalu, berceritalah Nabi saw tentang Nabi Sulaiman yang sedang sholat di tepi pantai. Nabi Sulaiman melihat seekor semut berjalan di atas air sambil membawa daun hijau seraya memanggil katak. Setelah itu, muncullah katak dan menggendong semut menuju dasar laut. Apa yang terjadi di dasar laut ? Semut menceritakan bahwa di dasar laut itu berdiam seekor ulat. Sehari dua kali aku diantar malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat tersebut, kata semut. Siapa malaikat itu ? tanya Nabi Sulaiman as. Ia yang menjelma menjadi katak itu, jawabnya. Setiap usai menerima kiriman daun hijau dan memakannya, si ulat mengucapkan syukur kepada Allah. "Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dalam laut", kata ulat. Diakhir ceritanya, Rasulullah saw berkata, Jika ulat yang tinggal di dasar laut saja Allah masih tetap memberinya makan, apakah Allah tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmat-Nya ?

Firman Allah swt :
".......Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

Kaya dan Miskin seseorang sudah ditetapkan oleh Allah swt. Dia telah menentukan nasib seluruh manusia dengan bagian rezekinya masing-masing. Dan Allah swt telah menciptakan manusia dalam berbagai derajat dan lapisan dengan maksud agar orang-orang kaya dapat menyuruh orang-orang miskin. Hal demikian merupakan bentuk keadilan Allah swt. Jika tidak ada keadilan dari Allah maka siapa yang akan mengerjakan sawah ladang, buruh pabrik dan lain sebagainya. Keharmonisan seperti ini tiada lain agar kemaslahatan umat tercipta, disamping untuk menguji agar dapat diketahui mereka yang bersungguh-sungguh dalam bekerja menghadapi kehidupannya dan mereka sabar dan ridha menghadapi Qadha' dan Qadar-Nya.

Sabtu, 03 Juli 2010

Merawat Cinta kepada Allah setiap waktu


Cinta akan senantiasa tumbuh, subur dan terjaga serta menjadi semakin istimewa jika dapat dirawat dan dijaga setiap saat. Bercinta dengan Allah seyogyanya dilakukan kapanpun, dimanapun, pada saat bagaimanapun tidak mengenal waktu, apakah pada saat lapang atau sempit, pada saat susah atau mudah dan pada saat mendapatkan nikmat ataupun musibah. Allah swt berjanji di dalam hadits qudsi, "...jika dia mengingat-Ku, maka Aku akan mengingatnya..." (HR Muslim) 

Cinta harus dirawat, itulah kunci agar senantiasa istimewa dan mulia dihadapan-Nya. Seperti halnya mencintai seorang kekasih perlu dilakukan perawatan dalam bentuk membangun komunikasi dan ikatan yang mesra serta harmonis setiap saat dan setiap waktu.

Allah swt menentukan takdir baiknya kepada siapa yang dikehendaki-Nya terhadap cinta-Nya. Ketahuilah bahwa setiap detik dan menit waktu yang dilalui dari rotasi bumi ini menyimpan banyak keajaiban dan keagungan Allah kepada hamba-Nya. Janganlah hawa dunia ini terlalu menguasai pikiran dan hati, sementara melupakan cita-cita di akhirat.

Firman Allah swt :
"Maka raihlah darul akhirat (kampung akhirat) yang Allah datangkan kepadamu, tetapi jangan lupa nasibmu di dunia." (QS. Al-Qashash : 77)

Rawatlah cinta kepada Allah dengan mengamalkan ibadah, Insya Allah akan selalu menjadi yang istimewa dihadapan-Nya.

Senin, 28 Juni 2010

Menghormati Tamu


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia menghormati tamunya." (HR. Bukhari Muslim)

Diantara manusia yang menjadi teladan dalam sifat kedermawan ini adalah Khalil Ar-Rahman.Nabi Ibrahim as, yang pada suatu ketika didatangi oleh sejumlah malaikat ke rumahnya yang menyamar dalam bentuk manusia, lalu Nabi Ibrahim as mengira bahwa mereka adalah tamu biasa. Akhirnya dengan bergegas Nabi Ibrahim as masuk ke dalam rumah dan menghidangkan daging sapi bakar kepada mereka seraya mempersilakan mereka untuk menyantapnya.

Firman Allah SWT :
"Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, Salaaman, Ibrahim menjawab, Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui istrinya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar). Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata, Silahkan kalian makan. (Tetapi mereka tidak mau makan) karena itu Ibrahim merasa takut kepada mereka. Mereka berkata, Janganlah engkau merasa takut, dan mereka memberi khabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang putra yang alim (bernama Ishaq). Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, (aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul. Mereka berkata, Demikianlah Tuhanmu menfirmankan, Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (QS. Adz-Dzaariyaat : 24-30)

"Dan istrinya berdiri dibalik tirai lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya khabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya'qub." (QS. Huud : 71)

Menghormati tamu yang datang hukumnya adalah wajib. Oleh karena itu, jika kapanpun ada tamu yang datang ke rumah hendaknya dihormati dengan penghormatan yang semestinya.

Untuk Era Zaman sekarang tamu yang tidak dikenal tetap waspada tetapi tidak prasangka buruk.

Kamis, 24 Juni 2010

Yakin


Ibunda Nabi Musa as merupakan teladan terbaik dalam memegang teguh keyakinan, sebagaimana dikisahkan dalam Firman Allah swt :
"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul." (QS. Al-Qashash : 7)

Subhanallah, alangkah mulia, tinggi dan manisnya buah keyakinan yang kuat kepada Allah. Sekiranya pada saat itu ibunda Musa merasa takut dan khawatir terhadap anaknya, niscaya ia akan mendekapnya dan tidak akan melemparkan anak laki-lakinya ke sungai. Namun, ibunda Musa telah diberi ilham oleh Allah swt untuk melemparkan anaknya ke sungai bersama keyakinannya yang kuat kepada Rabbnya, hingga peti kecil itu membawa bayi Musa sampai dibawah istana Fir'aun. Pada saat itu, Fir'aun telah mengirim beratus-ratus bahkan beribu-ribu prajurit untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang dilahirkan. Bayi Musa ditemukan oleh Asiyah istri Fir'aun dan terkesima dengan keelokan bayi Musa serta memuji dan mengagumi bayi tersebut .

Firman Allah swt :
"...Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku." (QS. Thaha : 39)

Allah telah melimpahkan kasih sayang di dalam hati Asiyah sehingga ia berkata kepada  suaminya  (Fir'aun), sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah :
"(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya ..." (QS. Al-Qashash : 9)

Karena kehinaan Fir'aun dihadapan Allah, Allah tidak mengirimkan segolongan malaikat untuk menjaga bayi Musa dari Fir'aun tetapi Allah menjaganya hanya dengan sesuatu yang paling lemah, tirai tipis dari kecintaan yang menyelimuti hati Asiyah. Dan Fir'aun pun menuruti kata hati istrinya (Asiyah) untuk mengurus bayi Musa di dalam istana Fir'aun.

Balasan bagi orang-orang yang yakin kepada Allah adalah ketenangan. 

Allah mengharamkan bayi Musa disusui oleh selain ibunya sendiri maka yang menjadi susuan adalah ibunya Musa sendiri atas perintah Fir'aun dan ibunya mendapat upah karenanya.

Firman Allah swt :
"...karena Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu ..." (QS. Al-Qashash : 7)
"...Kami teguhkan hatinya..." (QS. Al-Qashash : 10)

Kamis, 17 Juni 2010

Menggenggam Waktu Meraih Prestasi Diri


Firman Allah swt :
"Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." (QS. Alam Nasyrah : 7-8)

Bagi hamba Allah yang unggul dalam hal beribadah kepada Allah, di dalam kalbunya telah tertanam keyakinan yang amat dahsyat bahwa Allah itu Maha Dekat.

Firman Allah swt :
"Sesungguhnya telah Kami jadikan manusia dan Kami ketahui apa-apa yang diwas-waskan (dibisikkan) oleh hatinya dan Kami lebih hampir kepadanya dari urat lehernya." (QS. Qaf :16)

Bagaimana caranya untuk menjadi sosok pribadi muslim yang unggul ?

Salah satu kuncinya yang utama adalah kemampuan menggenggam waktu. Secara syariat, waktu yang berjalan dalam sehari semalam itu adalah 24 jam. Seberapa besar seorang muslim mampu menggunakan waktu yang telah disediakan Allah tersebut ? Makna bahwa keunggulan pastilah sangat dekat dengan orang yang paling efektif dalam memanfaatkan waktunya. Islam merupakan agama yang paling dominan mengingatkan manusia terhadap waktu.

Firman Allah swt :
"Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian." (QS. Al-'Ashr : 1-2)
"Demi waktu pagi (waktu dhuha). Dan Demi malam, apabila telah sunyi." (QS. Adh-Dhuhaa : 1-2)
"Demi malam, apabila telah gelap (matahari tenggelam). Dan Demi siang, apabila telah terang (matahari bersinar)." (QS. Al-Lail :1-2)

Allah telah mendisiplinkan seorang muslim agar ingat terhadap waktu minimal lima kali dalam sehari semalam yaitu waktu subuh, waktu zhuhur, waktu ashar, waktu maghrib dan waktu 'isya. Belum lagi waktu tahajud pada sepertiga akhir malam dan waktu dhuha ketika matahari terbit. Oleh sebab itu bagi seorang muslim tidak menganggap remeh mengenai waktu untuk memanfaatkan waktu secara baik.

Setiap detik, setiap menit dan setiap jam adalah peluang bagi peningkatan kemampuan dalam hal apapun yang secara sunnatullah berpeluang untuk menggalinya, apakah dibidang ilmu, pengembangan diri, peningkatan kualitas beribadah, kemampuan mengelola kalbu dan lain sebagainya. Barangsiapa yang dalam setiap waktu yang dilaluinya dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kemampuan diri maka Allah akan memberikan yang terbaik untuk dirinya.

Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan perhitungkan dengan cermat untuk membuahkan peningkatan kualitas diri. Keseimbangan bekerja keras sekaligus efektif yang diiringi dengan ibadah kepada Allah S.W.T.